Surat Terbuka Ustad Arifin Ilham ke Ahok: Semakin Jelas Kebencian Bapak pada Kami – FAJAR seleb
News

Surat Terbuka Ustad Arifin Ilham ke Ahok: Semakin Jelas Kebencian Bapak pada Kami

Ustadz Muhammad Arifin Ilham menulis surat terbuka kepada  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada kamis Kamis (6/10). Hal ini setelah mantan bupati belitung timur itu dinilai menistakan ayat Alquran surat alamidah ayat 51 di hadapan warga kepulauan seribu.

Surat terbuka tersebut ditulis oleh Tokoh agama ini pada laman facebook pribadinya. Hingga berita ini diturunkan, postingan Arifin sudah disebar sebanyak 30.219 kali dan disukai 62.413 orang.

Menurut Arifin, tindakan Ahok yang melakukan penistaan agama itu terlalu kasar dan tidak mencerminkan sikap sebagai pemimpin. Ia bahkan menyebut Ahok sebagai provokator kerusuhan.

Ustadz Arifin Ilham ikut bicara soal isu penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Sebagai salah satu pemuka agama, Arifin yang biasanya netral mengaku kecewa dengan perkataan Ahok.

Berikut isi surat terbuka Ustadz Arifin Ilham kepada Ahok:

Bapak Ahok terhormat

Kami sudah menyaksikan dan mendengar sikap dan perkataan bapak sebagai gubernur yang tidak lama akan bapak tinggalkan selamanya Insya Allah. Dan itu bukan karena hanya banyak rakyat tidak memilih bapak, tetapi karena sikap bapak yang memang belum pantas menjadi gubernur, bahkan RT pun belum pantas pada negeri yang beradab penuh tata kerama ini.

Bahasa bapak sangat kasar, dan itu bahasa orang orang yang tidak cerdas dan terdidik. Menjadi contoh buruk bagi generasi bangsa mulia ini. Sungguh seorang yang gampang marah menunjukkan “dhoful aqli wa quwwatul hawa” lemahnya akal dan kuatnya nafsu.

Sungguh sikap bapak sangat membahayakan persatuan dan kedamaian bangsa damai beradab ini, bapak sudah menjadi provokator kerusuhan, membuat preseden sangat buruk bagi generasi bangsa ini. Semua sudut dan media mulai semakin menyadari alangkah bahaya sikap arogansi bapak yang intolerensi ini.

Tidak ada belas kasihan pada rakyat jelata yang mestinya menjadi karekter utama pemimpin yang mulia. Pernahkah bapak bayangkan kalau yang digusur itu rumah bapak, orang tua bapak, anak anak bapak…? Lantas dimana hati nurani bapak?

Bapak hanya berpihak kepada para kelompok pemodal, dan demi mereka dan nafsu bapak, bapak menggadaikan kehormatan dan merendahkan diri bapak sendiri.

Sikap arogon bapak membuat umat seagama dengan bapak pun tidak menyukai bapak. Teman teman Kristiani saya bilang, “Bukan penganut yang baik”.

Kini bapak sudah menghinakan keyakinan kami. Semakin jelas kebencian bapak pada kami umat Islam. Bahkan bapak juga pernah mencibir keyakinan bapak sendiri. Bapak sudah melanggar KUHP pasal 156a tentang PENISTAAN AGAMA.

Pilihan kami berdasarkan keyakinan iman kami adalah hak kami yang dilindungi undang undang negeri kami. Haram bagi kami memilih pemimpin kafir dalam Surah Al Maidah ayat 51 adalah hak kami, keyakinan kami dan pilihan kami.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin mu sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” (QS Al Maidah 51).

Sikap dan perkataan bapak menunjuk siapa bapak sebenarnya. Kalau sekarang rating elektabilitas bapak turun dratis juga karena sikap bapak yang arogan dan intoleren. Dan sungguh sejuta hikmah Allah berikan pada kami, kini umat jadi paham sekarang surah Al Maidah ayat 51, dan semakin mengenal siapa bapak sebenarnya.

Dan kini karena sikap kelakuan bapak sendiri, bapak menjadi musuh semua umat beragama, semua etnis, semua suku di negeri yang aman dan damai ini.

Dan sungguh hamba yang beriman yg mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang menjadikan Alqur’an dan Sunnah nabi-Nya sebagai pedoman hidup sangat marah sekali dengan hinaan bapak, sekali lagi sangat marah, tetapi kami tetap bersabar sampai batas takdir-Nya.

Kami tetap menghormati keyaqinan bapak, alangkah tolerennya umat Islam yang mayoritas masih sabar menyaksikan sifat-sifat bapak seperti ini, dan haram bagi kami menghina keyakinan bapak, dan kami diajarkan untuk menghormati perbedaan keyakinan, bersikap jujur, amanah, berkata santun, penyayang belas kasih terutama pada rakyat jelata, bahkan kami diajarkan untuk mendoakan agar hidayah Allah berikan untuk bapak.

Allahumma ya Allah kuatkan iman kami, tetapkan kami dalam kesabaran dalam da’wah ini, dan satukan, rapatkan barisan kami, jadikanlah kami umat teladan di negeri yang kami cintai Indonesia ini.

Dari anak bangsa yang merindukan pemimpin yang bertaqwa, berakhlak mulia, amanah, rendah hati, penyayang, teladan dan sangat mencintai rakyat negeri tercinta ini.

Muhammad Arifin Ilham. (rml/fajar)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top