Rasis! Pria Ini Maki-maki Gubernur NTB di Bandara: Dasar “Tiko” – FAJAR seleb
News

Rasis! Pria Ini Maki-maki Gubernur NTB di Bandara: Dasar “Tiko”

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Mazdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), mendapat perlakuan tak menyenangkan dari salah seorang mahasiswa di bandara Changi Singapura pada 9 April 2017 lalu, pada saat Ia dan Istrinya hendak pulang ke Tanah Air.

Parahnya, hanya karena persoalan sepeleh, mahasiswa yang diketahui bernama Steven Hadisuryo Sulistyo itu sampai mengeluarkan kata-kata bernada rasis seperti “Dasar Indo, dasar pribumi, dasar Tiko.”

Cerita yang beredar, orang nomor satu di NTB itu sedang antrian bersama istrinya, namun saat itu Gubernur keluar dari antrian, sementara Istrinya tetap berdiri pada posisi antrian itu. Tujuannya, Gubernur hanya menuju petugas dan menanyakan jadwal keberangkatan, setelahnya Ia kembali ke tempat antrian bersama Istrinya.

Sayangnya, mahasiswa tersebut memaki-maki Gubernur, hingga keluarkan kata “Tiko,” namum gubernur tak memperdulikanya dan berpindah ke tempat lain, namun setelah mengetahui arti dari TIKO,  Gubernur pun melaporkan kasus ini setelah tiba di bandara Jakarta.

Dari berbagai sumber, salah satunya forum tanya jawab Yahoo, tiko memiliki arti beragam. Namun, tak ada satupun yang artinya baik. Tiko bisa diartikan sebagai tikus kotor, pribumi bodok, dan lainnya yang serupa.

Kronologi kejadian ini juga sempat viral di sosial media, salah satu netizen juga sempat menceritakannya.

Berikit postingan yang ditulis oleh pemilik Facebook Syamsul Maarif ab.

N: Tuan Guru Bajang, gmn cerita kejadian itu?

TGB: Tendensi rasis Pak

N: Betul. Tp jk boleh tau gmn kejadiannya?

TGB: Saya dan istri sdg antri, lalu ada rombongan kecil mengaku mengantri sebelumnya marah2. Kamu mengalah lalu pinda lane, terus diumpat-umpat. Ada sekelompol orang yh makin sombong di republik ini Pak. Mereka pikir uang bisa membeli segalanya.

N: Maksudnya mrk sdh antre duluan?

TGB: Nggak Pak. Saya dan Istri datang duluan. Mereka nggak ada.

N: Terus?

TGB: Kami antri, saya keluar antrian ke salah satu petugas utk tanya info penerbangan, istri tetap di jalur antrian. Mereka datang belakangan. Saya balik gabung ustri mereka ngamuk. Mereka pikir itu bukan istri saya awalnya. Malu mungkin lalu mengumpat-umpat. Kami mengalah pindah antrian masih terus diumpat. Saya adukan ke polisi setiba di Jakarta.

Saya memutuskan mengadu setelah mengatahui arti kata “tiko”. Rupanya mereka punya sebutan yang sangat merendahkan pribumi.

N: Apa itu tiko?

S: Tiko = Tikus Kotor? atau Anjing Tanah

M: Oalah

TGB: Di polres bandara pun mereka masih mengintimidasi petugas.

N: Bagaimana intimidasinya?

TGB: Teriak-teriak di dalam kantor sampai kemudian diusir keluar oleh seorang petugas.

A: Apa mereka gak tahu jika abangda adalah seorang Gubernur?

TGB: Setelah tahu pun tak berkurang arogansinya. Saya membayangkan bagaimana mengenaskannya saudara2 kita yg kebetulan bekerja pada mereka.

Namun belakangan Mahasiswa arogan tersebut meminta maaf dengan secara tersurat  bermaterai, dalam surat tersebut waktu dan tempatnya ditandatangan di Bandara Soekarno Hatta, rupanya ketika tiba di bandara, mahasiswa tersebut langsung meminta maaf.

Melihat surat itu, Gubernur NTB memaafkan Steven.  Ia mempertimbangkan untuk tidak memproses kasus ini, karena yang bersangkutan telah meminta maaf.  (dal/fajar).

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top