Jawaban Telak Dr Zakir Naik soal Almaidah 51 dengan Kisah Umar bin Khatab – Fajar Seleb
News

Jawaban Telak Dr Zakir Naik soal Almaidah 51 dengan Kisah Umar bin Khatab

SAFARI Dakwah Dr Zakir Naik kembali disuguhkan dengan pertanyaan soal Surat Almaidah ayat 51, saat ulama asal India itu melakukan ceramahnya di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, pada Selasa  4 April lalu.

Pertanyaan soal surat Almaidah ayat 51 itu, diajukan oleh salah seorang remaja menjelang sesi tanya jawab.

Sebelum menjawab, ulama asal India ini mengakui telah mendapat banyak pertanyaan soal Surat Almaidah ini selama dirinya melakukan Safari Dakwah di Indonesia. Kini Ia mengerti, ternyata ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakarta.

“Seingat saya pertanyaan tersebut hampir selalu ditanyakan oleh orang indonesia ketika saya bersafari dakwah, Kini saya sadar kenapa banyak yang bertanya seperti itu, ternyata ada hubungannya dengan pemilihan kepala daerah yang ada di Jakarta” ujar Dr Zakir Naik yang disambut gelak tawa hadirin.
Ahli perbandingan Agama ini menjelaskan panjang lebar soal arti Aulyah dalam Qs Almaidah ayat 51 itu. Dijelaskan, Alquran secara tegas melarang Muslim mengambil non-muslim sebagai teman setia, pelindung dan pemimpin.

Untuk lebih jelasnya, Dr Zakir Naik menceritaka kisah Amirul Mukminin, Umar bin Khatab Ra.

Ia menukil Atsar sahabat Tentang Kisah Umar bin Khatab dan Abu Musa Al Asyari.

Ia menceritakan, Abu Musa al-Asy’ari diangkat menjadi Gubernur di Bashrah dan Iraq. Khalifah Umar meminta laporan berkala kepada para Gubernurnya. Maka diriwayatkan Abu Musa mengangkat seorang Kristen sebagai Katib (sekretaris)

Sekretaris yang tidak disebutkan namanya ini bertugas mencatat pengeluaran Abu Musa selaku Gubernur. Abu Musa membawa Sekretarisnya ini memasuki Madinah, dan mereka menghadap Khalifah Umar. Umar takjub dengan kerapian catatan yang dibuat oleh sekretaris Abu Musa.

Datang pula laporan keuangan dari Syam. Mengingat ketrampilan sang sekretaris, Khalifah memintanya untuk membacakan laporan dari Syam itu di Masjid Nabawi.

Abu Musa mengatakan, “Tidak bisa orang ini masuk ke Masjid Nabawi.”

Umar bertanya, “Mengapa? Apakah dia sedang junub?”

“Bukan, dia Nasrani.” Jawab Abu Musa.

Umar langsung membentak Abu Musa dan memukul pahanya, dan mengatakan, “Usir dia! (akhrijuhu)”

Kemudian Khalifah Umar membaca QS al-Maidah:51.

Dalam Riwayat Lain disebutkan, masih lanjut Dr Zakir Naik,

Abu Musa pun berkata; “Urusan di Basrah ini takkan berjalan tanpa dia (sekretaris Nasrani tadi-red)”.

Lalu Umar pun kembali menyuratinya dengan perkataan singkat; “Orang Nasrani itu telah mati! Wassalam!.” kata Zakir Naik.

Usai menceritakan kisah tersebut, Zakir Naik kembali menyesalkan sebagian Umat Islam yang tetap ngotot memilih pemimpin dari kalangan  non musli.

“Adalah suatu ironi, negara mayoritas islam namun membela mati-matian seorang Non-Muslim sebagai penguasa mereka, sebagai gubernur mereka, Meski gubernur Non-Muslim tersebut 100x lebih baik dari yang muslim, tetap perintah Allah yang harus kita utamakan, yaitu mengutamakan pilihan pemimpin yang muslim.” katanya.

Berikut Videonya:

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!