Kisah Mengharukan Fildan Sebelum Menjadi Penyanyi Dangdut Terkenal – Fajar Seleb
hiburan

Kisah Mengharukan Fildan Sebelum Menjadi Penyanyi Dangdut Terkenal

TAKDIR hidup memang rahasia Ilahi. Siapa saja bisa berubah dalam waktu singkat. Kisah hidup Fildan Rahayu, patut menginspirasi kaum muda. Bermodal suara emas dan kemampuannya bermain alat musik, hanya dalam enam bulan pria asal Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini berubah menjadi idola segala usia.

Elyn, Kendari

Selasa (23/3/2017) siang, Koridor lantai 10 Hotel Clarion Kota Kendari penuh sesak. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua termasuk kakek nenek mengantri di depan kamar Fildan. Mereka rela menunggu demi menemui sang idola meski hanya beberapa detik saja.

Saat wartawan Kendari Pos mendapat kesempatan untuk wawancara langsung dengan pria kelahiran 7 September 1991 ini. Wajah Fildan masih tampak kelelahan. Maklum, malam hari jebolan D’Academy 4 Indosiar itu baru saja menghibur puluhan ribu masyarakat Sultra, belum lagi harus melayani para fans untuk foto bersama.

Perlahan Fildan mulai berkisah. Dia menceritakan sudah banyak pengalaman pahit dalam hidup yang terus mengasah pribadinya menjadi lebih kuat dan sabar. Mulai dari harus putus sekolah karena biaya, sampai harus terpisah dari orang tua karena mencari nafkah. Tapi itu bukan hal yang harus membuatnya menyerah meski hidup seadanya.

Bakat musiknya menonjol saat masih duduk di kelas 1 SMP Negeri 4 Baubau. Saat itu ayah satu anak ini sudah bisa bergabung dengan sebuah band lokal yakni Z band. “Ikut band mulai kelas 1 SMP dan terus berlanjut sampai 2012 karena saya sudah lulus sekolah,” ujarnya.

Sebelum mendapat ijazah, Fildan sempat putus sekolah saat baru masuk kelas 1 di SMA Negeri 3 Baubau. Alasannya, ibunya sakit sehingga biaya kebutuhan hidup sehari-hari dan ongkos sekolah semakin mencekik.

“Ibu segalanya buat saya. Waktu itu pikiran saya biar putus sekolah asalkan ibu sehat,” ucapnya.

Keberuntungan berpihak setelah dipanggil kembali oleh sekolahnya dan digratiskan biaya sekolah karena alasan dikategorikan siswa tak mampu.

“Ada lomba menyanyi antar sekolah waktu itu dan saya diberi kesempatan untuk mengiringi musiknya. Alhamdulillah sekolah mau menggratiskan biaya pendidikan. Apalagi saat itu kami juara 1,” kisah Fildan.

Saat menamatkan sekolah tahun 2012, Fildan memutuskan berhenti menjadi anak band dan mengadu nasib di salah satu perusahaan karaoke di Kendari. Namun Fildan tak bertahan lama karena penghasilannya tak cukup untuk disisipkan buat masa depannya.

Akhirnya Fildan kembali mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Dia berangkat ke Papua menuruti saran dari saudaranya. Disana Fildan bekerja selama dua tahun, lalu kemudian memantapkan diri untuk meminang sang pujaan hati, Ati.

“Saya kumpul uang untuk modal menikah. Kerjanya ya yang penting halal dan tidak membuat orang kecewa. Lalu saya kembali ke Baubau mempersunting Ati sebagai istri,” katanya.

Pasca menikah Fildan mulai terguncang karena himpitan biaya hidup. Ia tak punya pekerjaan tetap, apalagi istri tercintanya sedang hamil. Fildan hanya mengandalkan pendapatan terbatas dari panggilan mengisi acara hajatan seperti pesta pernikahan atau kegiatan organisasi tertentu.

Pasca kelahiran sang anak Fildan semakin berupaya keras untuk tetap menjadi ayah yang bertanggung jawab dari segi finansial. “Mungkin rezekinya anak juga, saya mulai lancar mendapat tawaran nyanyi, penghasilan juga terus meningkat, cukuplah untuk anak istri waktu itu,” tuturnya.

Saat yakin dengan kebolehannya mengolah vokal, tepatnya tahun 2016 lalu, Fildan mendapat dorongan kuat dari sang kakak, Selfy untuk mengikuti ajang pencarian bakat penyanyi dangdut. Hanya saja, Fildan gagal saat itu. Tetapi bukan karena suaranya, melainkan karena perbendaharaan lagu dangdutnya yang sangat terbatas. “Baru bilik 1 sudah gagal, karena disuruh nyanyi lagu yang diinginkan juri tapi saya tidak tahu,” kata Fildan.

Kegagalan itu rupanya tak membuat Fildan patah semangat tapi menjadi motivasi untuk belajar banyak tentang dangdut. Targetnya Dangdut Akademi tahun berikutnya harus bisa lulus. Fildan pun mulai mengoleksi lagu-lagu dangdut Indonesia, melayu hingga India. “Satu tahun itu fokus untuk belajar musik dan lagu karena saya sudah punya target untuk audisi di DA4,” tegasnya.

Akhirnya, tiba waktunya Fildan membuktikan diri, sejak audisi hingga panggung spektakuler kemampuan menyanyinya terus melejit hingga menjadi pemenang konteks dangdut terbesar di Indonesia itu. Kini Fildan mulai menikmati kesibukannya sebagai artis pendatang baru.

Namun, ternyata menjadi artis tak semuanya indah seperti yang dikagumi Fildan pada sosok penyanyi kebanyakan. Secara drastis kehidupan Fildan berubah, bukan hanya waktunya yang sulit dibagi tetapi pergaulannya pun kini berubah dengan siapa.

Fildan menjelma menjadi sosok fenomenal, seantero negeri ini mengeluh-eluhkan suaranya, petikan gitarnya, suara serulingnya, dan permainan drumbandnya.

“Saya ingin tetap menjadi Fildan yang dulu, yang rendah hati, jangan dibilang sombong, karena saya sangat menghargai semua orang yang mendukung saya sampai di titik ini, mendoakan saya baik keluarga masyarakat maupun pemerintah semua saya sangat berterima kasih,” harap Fildan.

Saat ini tawaran konser mulai membanjiri manajemen Fildan. Dia kini menjelma bak artis papan atas di negeri ini. 24 Mei Fildan sudah dijadwalkan manggung di Halmahera.

Fildan merasa kini sudah mencapai cita-citanya yang memang ingin menjadi penyanyi. Namun tetap menyimpan impian pribadi sebagai anak yakni ingin membawa haji orang tuanya. “Mumpung mereka masih sehat saya ingin bawa haji,” sambung alumnus SD 1 Bone-Bone Atas Kota Baubau ini. (***)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!