Viral, Kisah Pilu Pengantin Baru yang Bulan Madu di Rumah Sakit karena Suami Sakit Kanker – Fajar Seleb
News

Viral, Kisah Pilu Pengantin Baru yang Bulan Madu di Rumah Sakit karena Suami Sakit Kanker

Facebook Dyah Putri Utami

SELAMAT JALAN Suamiku…. demikian kata pembuka yang mewakili kesedihan dari pemilik akun fabeook Dyah Putri Utami. Wanita asal-Bogor Jawa Barat ini, baru saja menceritakan kisah pilunya bersama sang suami yang menyayat hati.

Suaminya yang bernama Reksa Wibawa ini harus pergi meninggalkan dirinya karena penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya. Padahal usia pernikahan mereka tergolong seumur jagung. Keduanya baru menikah pada September 2017 lalu.

Namun bukannya bulan madu dijalani di tempat-tempat yang romantis, justru keduanya harus melewati masa-masa itu di Rumah Sakit. Ya, tidak ada kebahagiaan yang abadi di dunia ini. Setelah kesedihan ada kegembiraan, sebaliknya, setelah kegembiraan ada kesedihan. Kedunya akan datang silih berganti sepanjang hidup anak adam.

Dyah Putri Utami menceritakan, cobaan itu datang berawal dari November 2017, suaminya mulai merasakan nyeri pada tangan kanan. Keduanya memutuskan untuk rontgen di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo di Cisarua Bogor.  Hasilnya terlihat tumor di mediastinum seukuran 5×5 cm. Akhirnya dirujuklah ke RS Kanker Dharmais Jakarta untuk memeriksakan lebih lanjut.

Namun, dengan berbagai pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kanker, hanya tumor jinak mediastinum yang ukurannya sudah berubah melewati pengecekan Ct Scan menjadi 15×15 cm di bulan desember 2017.

Lalu dokter memutuskan untuk operasi segera karena pertumbuhan yang sangat cepat, namun sebelum operasi suaminya sudah dirawat di rumah sakit karena mendadak stroke badan kanan selama 30 menit.

“Kita hadapi semuanya hanya berdua denga prosedur Rumah sakit yang teramat berat, tapi kamu dan aku semangat asal kamu sembuh, semangat kamu sangat tinggi, gak pernah ngeluh dan selalu ceria.” tulis Dyah Putri.

Unggahan Dyah Putri ini kini menjadi viral, diberbagi oleh puluhan ribuan netizen. 

Fabeook Dyah Putri Utami

“Selama kamu dalam perawatan, banyak perawat dan dokter yang mengenal kita, pasangan pengantin baru yang honeymoon di rumah sakit, mereka sudah seperti keluarga kita jadinya sampai menjadi bahan ledekan.” Katanya.

Berbagai cara untu dilakukan untuk menyelamatkan suaminya dari maut. Termasuk menjalani operasi. Yang mengejutkan adalah ternyata sang suami mengidak penyakit kanker stadium 4. Seperti mimpi di siang bolong, bak petir menyambar mendengar pengakuan sang dokter.

“Tanggl 25 Januari 2018, kamu mulai operasi dan berjalan lancar, namun setelah dokter memanggilku dan mengatakan bahwa sepertinya kamu terkena kanker stadium 4, terasa seperti petir yang mendadak menyambar hatiku, ya Allah, aku hanya bisa menjerit nangis di depan dokter dan beberapa keluarga yang menunggu.” Ungkapnya.

Dari bulan Desember 2017 sampai sehabis operasi, suaminya mulai batuk berdarah, ditambah darah yang sering keluar dari selang, setiap harinya harus ganti perban 3-4 kali.

“Setelah dikonsultasikan ke dokter, kamu mengalami infeksi, akhirnya dirawat kembali awal Februari 2018 selama seminggu, dilepaslah selang itu, aku melihat kamu bahagia bangat karenaa lepas dari selang.” Tulisnya.

Namun bukan membaik, sejak melepas selang, suaminya mengeluh sakit dada dan sesak nafas bahkan tidur pun bisanya hanya duduk.

“Kadang aku temani duduk, dan kamu bisa menyandar di dadaku sambil tidur.” Katanya.

Berikut Tulisan lanjutanya:

Lalu km dirujuk untuk ke dokter Kemoterapi, stelah pemeriksaan dokter kemo dr hasil lab, km blm layak untuk kemo melihat leukosit tinggi krn infeksi, akhrnya rawat inaplah lg untuk perbaikan kondisi, harapanmu disini besar sembuh, sebentar lg di kemo, krn saat operasi kmrn tdk semua bs diangkat tumornya, tumor ini sangatlah ganas prtumbuhannya, yg terangkat 10x7cm, 6x3cm dan 7x7cm, yg tertinggal sekitar 12x12cm, pdhl desember 2017 masih 15x15cm.

Namun setelah dirujuk kemo, km malah berkecimbung pd obat penahan sakit yg semakin naik dosisnya krn tdk berefek membaik sktnya, terutama sesak nafasmu yg membuat km lebih sulit untuk kemoterapi, akhrnya dokter memutuskan untuk Sinar Radiasi agar mengecil tumornya, dokter jg memasang lg selang diparu krn terlihat putih seluruh paru kanan, menandakan banyaknya cairan paru, tp trnyata ketika pasang kembali tdk keluar cairan apapun, itu menandakan putih pd rontgen adl tumor semua, masyaallah cpt sekali…

Melihat kondisimu, yg tdk kunjung reda sesaknya dan sktnya, dokter memutuskan untuk merawatmu di HCU dan bs dilakukan sinar radiasi segera, kta menunggu antrian ruangan HCU penuh, sembari menunggu, lalu mengeluh sesak nafas dan skt di dada pukul 10:00, akhrnya perawat memasangkan monitor dan suntikan obat pereda, ak hanya menyuruhmu “tdr sayang, biar ga kerasa skt gih buat istirahat”,

Tapi km sempat menyebut lailahailaallah. Km saat sblm tdr menanyakan “ayah kuat kan mi?, ak jawab iya kuat kok kuat”, dalam hatiku maafkan ak yg tdk prnh memberitahumu bahwa km stadium 4, ak brfikir dg km tdk tau, km akan lebih brfikir positif untuk sembuh. Setelah satu jam kemudian (11:00) km bangun kaget, ak tnya kenapa ayah, km hny geleng dan ak suruh istighfar km masih bisa, tiba2 km sesak dan dg mata kosong ga hiraukan ucapanku lalu tersenyum manis.

Tiba2 monitor bunyi, nafas turun, nadi naik drastis, suster dokter semua menyiapkan ke ICU, saat itu aku membisikimu “kuat ayah kuat, katanya km akan brtahan buat mimi” lalu kondisi di alat monitor mulai stabil kembali namun km dalam kondisi koma. Dibawalah km ke ruang ICU dg kbr oleh dokter kemungkinan terburuk, ak hny sendiri saat itu sambil menangis dan menunggu klrga dtg di depan ruang ICU.

Disisi lain krn ak ga tenang dg keadaanmu di ICU, ak mencari dokter2 yg menangani km dlantai 1 sambil menangis, ak memohon dg salah satu dokter “dok, tolonglah suami saya, saya mohon apapun dilakukan” dan dokter it menjawab “maaf mba kami sudah lakukan smua yg trbaik, kami hny manusia, hny doa n mukzizat yg bs menolong suaminy saat ini, maafkan saya ya mba” dokter it sambil menangis menggenggam tanganku dan pergi
Pukul 21:00 ak bacakan km yasin yg terakhir ternyata, saat itu ak merasa km dekat bgt dihati, dalam hati ak blg “ayah bangun, jngn tdr trs, ingt mimi, hrs kuat” lalu menghilang, dan ak lanjut untuk tdr.

Pukul 23:00 tiba2 perawat memanggil, bahwa kondisi km mulai menurun, terutama nadi menjadi hanya 60an, suster sampaikan hal trburuk pada kami, kakiku lemas, menangis, terpuruk dilantai, yg lainnya mencoba menuntunmu untuk pergi tp aku tdk, lalu mamah dan nenek memanggilku.

“mngkin km yg dia cari put, coba ikhlas” dg berat sungguh berat ku bisikkan ditelingamu “ayah, mimi ikhlas klo ayah mau pergi, ayah yg tenang ya disana, nnti tunggu mimi ya, mimi relakan ayah pergi dl” lalu ak bacakan lailahailaallah muhammadarosullulah 3x, perlahan nadi km menurun dan menurun, ak kecup kening km ak blg “selamat tinggal, selamat berjumpa lg ditmpt yg lebih indah”,

lalu air mata sedikit keluar dan nafasmu perlahan hilang dg lembut dan tersenyum, nadi km nol, dokter blg dia sudah tdk ada bu, ak masih ga prcya, ak pegang dadanya memastikan tdk nafas barangkali salah, dtegaskan lg dokter blg ikhlas y bu, lemah kaki ini berdiri, nangis ga terbendung, ak sendiri yg mengantarmu pergi.

Ketika memandikan jenazahmu, semua org berkata subhanallah, reksa gagah, semakin ganteng, senyum, putih, bersinar, badan ga pucat mayat tp kuning bersinar sprti hidup, ak trs memastikan dadanya tdk bernafas, ditengah2 dimandikan, ak brtanya “papah, reksa udh ga nafas kan.

smua org pd melihatku sprti kasian, ak tdk bs menerima knyataan sperti mimpi. Aku kecup kening jenazah km untuk yg terakhir sblm dikebumikan. Ketika dibawa keranda km, ak hnya bs teriak menangis “km mau dibawa kemana ayah”, udara sangat sejuk saat itu, tp ketika sudah dikebumikan, udara panas lg, km memang lelaki pilihan Allah, smoga km udah bahagia ga kesakitan lg ya syg dan husnul khotimah, sampai jumpa kembali disana syg tetap menjadi bidadari surgamu ya.

Aku sangat syg km reksa. Selamat jalan suamiku, hatimu memang selalu tulus dg siapapun, baik, jujur, memperlakukan ak selalu istimewa, ibadah tdk prnh putus dan selalu istighfar, Allah sudah merindukanmu trnyata, Dia lebih menginginkanmu, Suami terindahku
Dariku, istri yg teramat mencintaimu Dyah Putri Utami , caraku mencintaimu saat ini adl doaku yg tak pernah putus untukmu… I Love u. 

(**)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!