hiburan

Beralihnya Serial Televisi ke Platform Digital

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Televisi dahulu merupakan satu barang mewah yang sangat diinginkan setiap orang. Pasalnya, mereka ingin menikmati sinetron atau tontonan yang menghibur.

Film serial televisi biasanya menjadi tontonan bagi keluarga di waktu senggang, dengan menyuguhkan cerita yang ringan dan selalu membuat penasaran. Oleh karena itu, setiap episode dalam film serial kerap dinantikan oleh para penggemarnya.

Namun, seiring perkembangan zaman, industri film televisi kini tak segemerlap dan dicari seperti dulu. Bahkan, banyak film televisi beserta aktor dan aktrisnya, beralih ke serial yang berbayar di platform. Tetapi, kini hal tersebut banyak yang dibuat pindah ke chanel platform digital.

Beberapa sutradara dan Ph kini tengah gencar membuat film serial untuk platform. Sebut saja di Makassar ada Aims Production dengan dua judul film serialnya yakni "Jalangkote Rasa Keju" dan "Terima Kost Putri".

Pengamat film Sulsel, Syahriar Tato, mengatakan, ia pribadi masih jarang menikmati film serial di platform digital ataupun channel online. Namun, kata dia, ada beberapa alasan mengapa saat ini banyak rumah produksi beralih ke platform digital.

Kata Syahriar Tato, selain biaya produksi murah, karena rumah produksi ini juga ada eo yang membiayai untuk kepentingan bisnis. Karya yang dibuat mudah diakses dimanapun melalui gawai, semua orang dan diseluruh dunia bisa mengakses dengan gampang.

"Saya kira itu sangat positif bagi film maker yang ada di daerah untuk memperkenalkan diri di dunia perfilman nasional," ucap pria yang juga aktor di beberapa film layar lebar ini di antaranya film Maipa Deapati dan Datu Museng.

Lanjutnya, namun hal tersebut bukan berarti juga mematikan serial televisi, tetapi menambah warna baru seiring kemajuan teknologi. Untuk serial televisi, tentunya tetap masih dicari karena banyak juga film bagus yang jadi favorit keluarga.

"Bahkan tak hanya film, hiburan musikpun ditunggu-tunggu jadi belum tentu mati,orang televisi juga banyak yang kreatif,"tambah Syahriar Tato

Salah seorang pengamat film Nasional Jery Wongiyanto menambahkan kehadiran serial di platform digital Kemajuan teknologi yang begitu cepat mulai menggeser penonton TV. Kini masyarakat lebih banyak memilih menonton video atau internet di televisi.

Dari data, We Are Social. Sejak 2015, ada kenaikan 15 persen pengguna internet di Indonesia dan itu meningkat terus setiap tahunnya. Penggunaan media sosial melalui smartphone meningkat rata rata 6 persen setiap tahun. Artinya pengguna gadget semakin meningkat dan pembelian gadget baru dengan kualitas medsos yang dapat diunduh pun juga meningkat.

"Nah, imbas dari sering nya orang mengakses internet ini membuat banyak orang menggantikan kebiasaan menonton televisi atau radio melalui perangkat konvensional," ucapnya.

MENURUNNYA KUALITAS TAYANGAN TV

Akibat makin menurun nya kualitas tayangan dari program program TV di Indonesia saat ini. Apalagi lebih banyak acara di internet seperti film yang berkualitas, TV serial yang memiliki alur cerita yang menarik dan banyak video yang memiliki konten yang berguna.

Lalu, apakah benar televisi konvensional kini telah tergantikan oleh layanan streaming internet? Pada saat ini televisi masih menguasai ranah media di Indonesia, tetapi internet telah mencapai peringkat kedua setelah televisi.

Pengamat film Nasional, Jery Wongiyanto mengatakan ia melihat hal tersebut berdasarkan survei terakhir Nielsen Consumer Media View yang dilakukan di 11 kota di Indonesia, penetrasi televisi masih memimpin dengan 96% disusul dengan media luar ruang (53%), internet (44%), radio (37%), koran (7%), tabloid dan majalah (3%).

Selain itu berdasarkan survei Nielsen Cross-Platform 2017, terjadi peningkatan akses internet oleh netizen di hampir daerah di Indonesia.Jadi pelan tapi pasti stasiun stasiun TV Indonesia akan makin mendapat porsi tontonan yang sedikit dari masyarakat jika tidak meningkat kan kualitasnya.

" Contoh tayangan yang buruk adalah acara lomba menyanyi dangdut yang menampilkan durasi komentar hostnya yang sangat panjang, belum lagi program program acara komedi alay yang membosankan," tutur Jery. (wis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!