Dimas Seto Tinggalkan Dunia Hiburan, Beralih ke Bisnis

Dimas Seto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dimas Seto pelan-pelan mulai meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Ada alasan kuat di balik keputusan suami Dhini Aminarti ini memutuskan untuk menarik diri dari dunia hiburan. Ia mengaku mau fokus menjalani usaha dan ingin ikut terlibat menggerakkan perekonomian umat.

Saat ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Dimas, yang kini menekuni bisnis di bidang fashion dengan brand bernama Qabul, memberikan perbandingan pengalamannya di dunia hiburan dan dunia bisnis. Menurutnya, di dunia hiburan ia hanya perlu memikirkan diri sendiri. Tapi dengan berbisnis, Dimas mengaku jadi memikirkan banyak orang.

“Saya merasa di dunia entertain itu manfaatnya cuma untuk diri sendiri. Tapi kalau usaha itu bisa membuka peluang kerja buat orang lain. Ada kepuasan tersendiri,” kata Dimas.

Dalam juga menceritakan awal mula dia terjun ke dunia bisnis. Dimas, yang kala itu tidak punya modal apapun, mendapat kepercayaan dari seorang kenalannya untuk menjalankan usaha. Alhasil, perlahan tapi pasti usaha fashion yang dimulainya dari nol terus bertumbuh. Dimas pun kini turut memberikan suport penuh untuk sebuah marketplace yang menargetkan terjadinya kebangkitan ekonomi umat Islam.

“Bicara marketplace mungkin sudah ada yang besar tapi ini menarik dengan brand-nya. Yang menarik di sini adalah membuat suatu terobosan untuk umat dan menjawab permasalahan umat saat ini yang kebutuhannya tidak hanya informasi dan ibadah,” papar Dimas.

Sementara itu, CEO Qabul Badar Basmalah mengatakan, marketplace yang didirikannya bertujuan mengajak umat Islam menjalani wirausaha atau entrepreneurship. Ini juga menjadi bagian dari sarana mempererat silaturahmi diantara sesama umat Islam.

“Kita ingin melakukan secara garis besar jihad ekonomi digital. Tujuannya untuk menyatukan umat muslim yang terpecah di golongan A dan B, dan fokus di kegiatan perekonomian,” ujarnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : awal muhar