Fifie Buntaran Nilai UN Bikin Siswa Depresi – Fajar Seleb
Update

Fifie Buntaran Nilai UN Bikin Siswa Depresi

SELEB.FAJAR.CO.ID — Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang mengganti ujian nasional (UN) menjadi asesmen kompetensi dan survei karakter mendapat beragam respons. Terutama dari orang tua murid dan publik figur yang memiliki anak masih sekolah.

Salah satunya respons dari aktris Fifie Buntaran. Model kelahiran Pontianak itu mengaku sependapat dengan kebijakan eks CEO Gojek tersebut.

Dia berpendapat bahwa selama ini dalam proses pendidikan tidak sedikit siswa tidak lulus setelah mengikuti UN. Ketidaklulusan itu seakan membuat para siswa yang tidak lulus tersebut kehilangan harapan masa depan. Padahal, bisa saja siswa yang gagal di UN itu memiliki keunggulan pada minat atau bakat tertentu.

Dampak dari UN yang sudah diterapkan selama ini adanya siswa depresi. Depresi karena tidak lulus atau depresi sebelum mengikuti UN demi mencapai kata lulus. Akibatnya mereka harus belajar keras yang bisa saja di atas porsi belajarnya. Dampaknya, siswa itu gagal mengikuti UN karena harus menjalani perawatan dulu ke RS karena stres.

Lebih parah lagi bagi siswa yang depresi karena tidak lulus UN. Mereka mengalami kesedihan sangat dalam. Tidak jarang juga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

“Bisa saja pas UN kondisi lagi sakit harus dirawat di rumah sakit. Berarti gagal dong? Not fair. Terus bisa juga pas UN nervous jadi angkanya jeblok, padahal ujian hariannya dia pintar sebenarnya,” ucap Fifie Buntaran kepada JawaPos.com, Kamis (12/12).

Lebih jauh pemain sinetron 3 Cewek Bintang itu sependapat dengan Nadiem tentang hafalan. Menurut dia, hafalan tidak terlalu dibutuhkan pada masa datang. Sementara selama ini UN masih banyak memberikan porsi soal yang berbentuk hafalan.

“Seharusnya dipahami, dan jawabannya (mengurai) sebab-akibatnya. Terus jangan numerik saja hafalannya, angka-angka rumus kimia,” ucapnya sambil tertawa.

Fifie Buntaran setuju atas ide Nadiem sebagai terobosan di dunia pendidikan bukan tanpa alasan. Fibun–begitu dia disapa–meyakini mantan CEO Gojek itu memiliki wawasan luas karena merupakan lulusan perguruan tinggi ternama di Amerika. Nadiem mampu memajukan pendidikan di Indonesia lewat terobosan-terobosan barunya. “Dia (Nadiem, red) bukan lulusan MBA universitàs abal-abal ya,” ujar Fifie Buntaran.

Sebagaimana diketahui, Mendikbud Nadiem Makarin mengubah UN menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Dia menegaskan, pihaknya tidak menghapus UN, tapi menggantinya dengan format baru.

“UN itu tidak dihapus. Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku. Jadi UN itu diganti jadi Asesmen Kompetensi. Jadi mohon tidak lagi bicara kepada media atau apa bahwa UN dihapus,” ujar Nadiem di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12).

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!