Indro Warkop Dulu Merokok 4 Bungkus Sehari, Kini Berhenti Total

SELEB.FAJAR.CO.ID – Pada 22 tahun lalu, selebritas Indro Warkop bukan lagi perokok berat yang menurut studi dalam jurnal Jama Network bisa menghisap rokok lebih dari 25 batang per hari.

Dia bahkan mampu menghisap empat bungkus rokok sehari. Lalu apa alasan dia memutuskan berhenti?

Dia masih ingat betul kala itu saat salah satu putranya meminta difoto sambil berpose memegang batang rokok. Seakan merasa tertampar, Indro lalu memutuskan berhenti merokok.

“Berhenti mendadak. Waktu itu lebaran, masih lah merokok dua batang. Maret ini tepat 22 tahun saya enggak merokok lagi,” ujar dia di Jakarta, Selasa (11/2).

Memutuskan berhenti merokok bukannya tanpa konsekuensi. Menurut studi, perokok berat bahkan melaporkan kesulitan yang lebih besar untuk berhenti merokok dan mengalami dorongan yang lebih kuat untuk kembali merokok.

Bak perokok berat, Indro juga harus mengalami kondisi serupa. Dia mengku mengalami sakau selama dua minggu.

Tiga bulan pertama, dia juga tak bisa memasukkan makanan apapun ke tubuhnya.

Walau begitu, akhirnya dia mampu melewatinya. Bayangan rasa puas kalau berhasil berhenti merokok menjadi salah satu penguat perjuangan Indro.

“Tiga bulan kemasukan apapun sakit. Saya harus hidup. Fisik saya sakit tapi otak saya enggak. Ketika saya bisa mengatasi itu saya merasa menang melawan hawa nafsu saya. Saya laki. Saya jantan,” tutur pria bernama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro itu.

Indro mengatakan, merokok menjadi kebodohan terbesarnya. Belum lagi tak terhitung berapa banyak orang terpapar asap dari rokok yang dia hisap.

Kini, dia yang menjadi Duta Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP) berusaha menyebarkan informasi betapa pentingnya mencegah kanker termasuk paru, salah satunya dengan berhenti merokok.

Sebagai salah satu tindakan nyata, Indro bahkan tak mau berfoto bersama penggemar yang merokok.

“Enggak mau difoto dengan fans yang merokok…Saya ingin share sama-sama kalahkan kanker dengan mengerti kanker, aware. Kanker bukan untuk ditakuti tapi dikenali,” tutur dia. (Antara)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono