Persatuan Produser Film India Hapus Adegan Tari-Tarian Demi Cegah Corona

Ilustrasi Tari-tarian film India. (int)

SELEB.FAJAR.CO.ID – Industri perfilman India tentunya lekat dengan adegan tari-tarian yang bisa dibilang menjadi ciri khas proyek-proyek Bollywood. Namun laporan terbaru menyebut bahwa Persatuan Produser Film India resmi mencekal adegan tersebut demi mencegah penularan virus corona (COVID-19).

Dilansir dari CNN pada Senin (8/6), Persatuan Produser Film India menerbitkan sejumlah aturan serta protokol jelang pengoperasian kembali industri film Bollywood. Persatuan Produser Film India membuat peraturan ketat demi menjaga kesehatan dan keselamatan lebih dari 300 ribu pekerja di Mumbai, rumah Bollywood.

Wabah COVID-19 telah membuat industri film India kehilangan miliaran Rupee dalam tiga bulan terakhir. Dengan kondisi itu, tak banyak yang berharap industri tersebut kembali ke kondisi normal, yang mana mampu menghasilkan USD 2,28 miliar dan 2.000 film per tahun dalam waktu dekat.

Akan tetapi produksi film akan kembali dalam waktu dekat supaya industri tetap berjalan. Oleh sebab itu, para pelaku industri Bollywood mempersiapkan sejumlah aturan seperti tidak ada aktor serta sutradara berusia 65 tahun syuting.

Selain itu, syuting juga dilakukan tanpa penonton. Kru produksi juga hanya boleh sepertiga dari total biasanya. Para artis juga harus tata rias di rumah dengan kru yang mengenakan alat pelindung diri (APD). Bahkan para artis juga harus mengenakan kostum di rumah dan tak boleh ada acara makan bersama di lokasi syuting.

Sementara itu, infeksi virus corona di India telah menyentuh angka 258,090 kasus. Bahkan puncak penyebaran virus corona diprediksi masih bisa terjadi beberapa minggu lagi di negara terpadat kedua di dunia tersebut, seiring dengan pelonggaran lockdown.

“Kami masih sangat jauh untuk mencapai puncaknya,” kata Dr Nivedita Gupta, dari Dewan Penelitian Medis India yang dikelola pemerintah.

Pejabat pemerintah sebelumnya mengatakan mungkin puncak wabah virus corona di di India akan terjadi akhir bulan ini, atau bahkan Juli, sebelum kasus mulai melandai nantinya.

Kasus COVID-19 sendiri melonjak 8,909 beberapa hari sebelumnya dan menjadi salah satu lonjakan satu hari tertinggi, kata Kementerian Kesehatan India. Berdasarkan data Worldometers.info, jumlah kasus virus corona di India ini telah melampaui Tiongkok yang total kasusnya di angka 83,021 kasus. (wk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie