‘Balonku’ dan ‘Naik ke Puncak Gunung’ Disebut Lagu Murtad, Begini Sikap Habib Husen

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Jagat maya mendadak riuh dengan kemunculan video dakwah seorang ustaz yang menyebut lagu ‘Balonku’ mengandung makna kebencian terhadap Islam. Alhasil #LaguAnakMurtad merajai trending topic Twitter.

“Anak-anak kecil sejak umur TK saja sudah dilatih untuk benci Islam. ‘Balonku ada 5, rupa-rupa warnanya’, yang meletus balon apa? Hijau. ‘Hatiku sangat kacau…’, lho Islam itu bikin kacau saja,” beber sang ustaz.

“Tinggal 4 pegang erat-erat. Apa? Merah, kuning,” ketusnya.

Nama ustaz itu, Zainal Abidin. Tak hanya lagu Balonku, lagu anak-anak lainnya ‘Naik ke Puncak Gunung’ juga dianggap sebagai konspirasi agama.

Menurut ustaz tersebut, pohon cemara yang terdapat dalam lirik lagu anak-anak itu adalah pohon impor yang aslinya tidak ada di Indonesia. Ia juga menyebut bahwa pohon cemara merupakan simbol perayaan Natal.

Video ceramah itu lantas viral dan bikin heboh. Banyak yang kemudian penasaran akan asal muasal lagu tersebut. Mereka mempertanyakan kebenaran yang diucapkan sang ustaz.

Cendekiawan muslim, Habib Husein Ja’far Al Hadar pun angkat bicara. Menurutnya lagu Balonku diciptakan Pak Kasur seorang muslim sejati yang memang fokus mendidik anak Indonesia.

“Lagu “Balonku” diciptakan Pak Kasur, digubah AT. Mahmud. Keduanya Muslim yg sibuk mendidik anak Indonesia dgn lagu sampai tua,” cuit Husein Ja’far di akun Twitternya @Husen_Jafar.

Banyak lagu anak-anak yang diciptakan Pak Kasur dan AT Mahmud. Misalnya ‘Lihat Kebunku’ dan ‘Ambilkan Bulan’.

Bagi Habib Husen, lagu anak saat ini terbilang langka. Mereka yang telah menciptakan lagu legendaris itu tentu dengan niat menghibur, ceria dan mendidik anak-anak generasi penerus. Sehingga ia meminta seluruh masyarakat untuk tidak asal menuduh sembarangan.

“Ada banyak lagu anak yg diciptakan keduanya: “Lihat Kebunku” & “Ambilkan Bulan”. Kalau gak mau kirim Fatehah sbg bentuk terima kasih, minimal jgn nuduh,” ungkap Habib Husen.

Netizen kemudian menanggapi cuitan tersebut. “Assalamualaikum Mas Bib, mau nanya nih. Apakah sia-sia orang2 yang sudah susah2 minum alkohol, makan babi, berzina, tapi masih kalah dengan yang nyanyi balonku?” tanya seorang warganet.

“Aku kira hanya pemuda, eh ini Pemudi Tersesat,” seloroh Habib Husen.

“Kasian pohon cemara, cuma gegara dipakai buat perayaan natal, padahal itu pohon jg ciptahan Tuhan.
Apa dia bisa menciptakan satu pohon di muka bumi ini ? Padahal di pohon cemara itu salah satu bentuk kebesaran Tuhan,” celetuk netizen lainnya. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : endra mardani