Ironi Kasus Novel, Iwan Fals Bilang Janggal, Ernest Sebut Pemerintah Lestarikan Korupsi

SELEB.FAJAR.CO.ID,JAKARTA-– Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan masih menjadi ironi publik. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua terdakwa pelaku penyiram air keras, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan pidana satu tahun penjara dianggap tak setimpal.

Terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat dengan perencanaan terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat pada bagian wajah dan matanya. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

Tuntutan satu tahun seolah melukai hati rakyat. Bahkan Novel menyebut hukum di Idonesia telah compang-camping. Sejumlah selebriti pun angkat suara dengan kenyataan dunia peradilan yang saat ini dipertontonkan.

Penyanyi Iwan Fals misalnya menyebut tuntutan jaksa sangat janggal karena tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

“Kasus Pak Novel, ya janggallah, masak hebohnya begitu, keputusannya cuma segitu… Hmmm,” sebut Iwan Fals dalam cuitannya di Twitter, Sabtu (13/6/2020).

Selain Iwan Fals, komika dan sutradara Ernest Prakarsa juga tak kalah kritisnya. Tuntutan ringan terhadap pelaku penganiayaan terhadap pejuang korupsi sama halnya dengan melestarikan korupsi.

Sehingga kenyataan ini tentu bakal menjadi catatan sejarah bahwa rezim pemerintahan Jokowi meninggalkan luka terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

“Apakah Pak Jokowi koruptor? Menurut gw sih enggak. Tapi ada penyidik KPK dianiaya lalu tersangkanya tidak dihukum berat, apakah pemerintahan seperti ini akan melestarikan korupsi? Menurut gw sih iya,” cuit Ernest sedikit menyentil.

Mendengar cuitan Ernest yang menjuruskan anak panah kepada Presiden Jokowi, seorang netizen pun lantas bertanya. “Lha,, kok larinya ke pak jokowi sih..?? Bukannya presiden gak boleh intervensi hukum bro..??” protes akun @Gha_Ghiz.

“Akun centang biru tapi kok otak begini amat ya..
Bedakan fungsi eksekutif ama yudikatif aja gak paham.. ampun dah ernes,, waktu nulis ini anda gak sedang stand up kan..???” lanjut akun tersebut balik menyerang Ernest. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : endra mardani