Bebas dengan Jaminan Rp10 M, Polisi Pembunuh George Floyd Di Bully Seorang Pengunjung

J Alexander Kueng Photo (Tangkapan Layar Video)

SELEB.FAJAR.CO.ID – Mantan polisi yang menjadi salah satu terdakwa pembunuhan George Floyd, J Alexander Kueng, dihujat warga ketika sedang berbelanja bahan makanan di Supermarket.

Alexander Kueng merupakan satu dari empat mantan polisi yang menjadi tersangka dalam insiden kematian George Floyd akhir Mei silam. Namun, Kueng akhirnya bebas dari penjara Hennepin County dengan jaminan sebesar US$750 ribu atau setara dengan Rp10,6 miliar.

Kueng pun kembali bebas berkeliaran di kota. Seorang pengguna Twitter, Josiah, mengunggah video Kueng yang tengah berada di supermarket Cub Foods, pinggiran Plymouth, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dalam video itu terlihat seorang perempuan menghujat Kueng dan menyebutnya tidak akan hidup tenang karena perbuatannya kepada George Floyd.

Video itu ramai di jejaring media sosial hingga warganet pun ikut menghujat mantan polisi tersebut.

” Siapa nama Anda?” tanya wanita tersebut, dikutip dari laman Evening Standard.

Keung terlihat bingung, namun masih tenang menanggapi teguran tersebut. ” Oh, ya itu saya,” jawab Kueng.

Mendengar pengakuan Kueng, nada bicara wanita tersebut meninggi. ” Jadi Anda bebas dari penjara dan dengan santainya berbelanja di Cub Foods seakan Anda tidak melakukan apa-apa?” kata perempuan dalam video.

” Saya tidak akan menyebutnya sebagai hal yang nyaman. Saya hanya ingin membeli barang kebutuhan,” jawab Keung, seraya memegang satu paket kue di tangannya.

Wanita itu terus menegur Keung. ” Apakah kamu tidak pernah merasa menyesal melakukannya? Aku pikir kamu melakukan hal yang tidak benar. Saya tidak berpikir Anda harus keluar dengan jaminan,” kata wanita tersebut.

” Aku bisa mengerti itu. Maaf kau merasa seperti itu,” jawab Keung.

Wanita yang gigih itu terus menceramahi Keung. ” Apakah Anda mengira orang-orang tidak akan mengenali Anda? Kamu tidak punya hak untuk berada di sini. Kamu membunuh seseorang dengan darah dingin,” ujar wanita tersebut.

Ketika wanita itu bertanya apakah Keung ingin meminta maaf atau merasa menyesal, mantan polisi itu mengatakan hanya ingin menyelesaikan belanja dan menyelesaikan kegiatannya. ” Saya mengerti, saya hanya akan membayar belanjaan saya,” ujar Kueng.

” Kami tidak ingin kamu mendapatkan barang-barangmu. Kami ingin kau dipenjara,” timpal perempuan yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

Pada bagian selanjutnya dalam video tersebut, wanita itu memberi tahu pelanggan toko lainnya bahwa pria yang tengah dicecarnya itu adalah salah satu terdakwa pembunuhan George Floyd.

Dia melanjutkan dengan sumpah serapah bahwa kehidupan Keung di luar akan dibuat sengsara ke mana pun dia mencoba pergi. Wanita itu juga menambahkan bahwa Keung beruntung alamat rumahnya tidak banyak diketahui oleh publik.

” Kau tidak akan bisa hidup nyaman di Minnesota, atau di mana pun dan kamu akan kembali ke penjara,” katanya.

Lantas unggahan ini pun menjadi trending topik di media sosial dan merekapun sependapat dengan perempuan yang ada di dalam video jika mereka bertemu dengan Kueng dan terdakwa lainnya. (wk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie